DEEP LEARNING DAN KEMANDIRIAN BELAJAR: INOVASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGHADAPI TRANSFORMASI DIGITAL
Keywords:
Deep Learning, Kemandirian Belajar, Pendidikan Agama Islam, Transformasi DigitalAbstract
Perkembangan transformasi digital menuntut adanya inovasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya dalam penguatan kemandirian belajar peserta didik, namun praktik pembelajaran di sekolah masih menunjukkan kecenderungan surface learning yang ditandai oleh rendahnya inisiatif belajar mandiri, ketergantungan pada guru, serta kurang optimalnya internalisasi nilai toleransi dan refleksi kritis; oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi deep learning sebagai inovasi pendidikan Islam dalam mengembangkan kemandirian belajar siswa di era transformasi digital dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui penelitian lapangan di SMA Negeri 2 Metro, di mana data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan informan guru PAI, peserta didik, serta wakil kepala sekolah bidang kurikulum, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif untuk memahami implementasi deep learning dalam pembelajaran PAI dan dampaknya terhadap kemandirian belajar siswa; hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan deep learning melalui kerangka Active Deep Learner Experience (ADLX) mampu mentransformasi pembelajaran PAI dari surface learning menjadi deep learning yang bermakna, reflektif, dan kontekstual melalui meaningful learning, joyful learning, deep dialogue, listening for understanding, serta student agency yang mendorong kemandirian, kemampuan berpikir kritis, dan tanggung jawab belajar siswa, serta diperkuat oleh integrasi 18 indikator toleransi UNESCO yang membangun dimensi kognitif-intrapersonal, relasional-interpersonal, dan struktural-societal sehingga menghasilkan penguatan empati, keterbukaan, dan kemampuan adaptasi sosial di era digital; dengan demikian penelitian ini menyimpulkan bahwa deep learning merupakan pendekatan inovatif dalam Pendidikan Agama Islam yang efektif dalam meningkatkan kemandirian belajar peserta didik melalui integrasi nilai Islam, toleransi global, dan prinsip neurosains yang membentuk ekosistem pembelajaran reflektif, inklusif, dan adaptif, sehingga menghasilkan peserta didik yang mandiri secara akademik sekaligus berkarakter religius, kritis, dan bertanggung jawab serta relevan sebagai model pengembangan pembelajaran PAI di abad ke-21.
