Edukasi Pencegahan Bullying Bagi Siswa SMP Al-Firdaus Batanghari
DOI:
https://doi.org/10.47902/adzkiya.v3i01.164Keywords:
Bullying, Edukasi Anti-Kekerasan, Kesehatan Mental, Siswa SMP, Lingkungan Sekolah InklusifAbstract
Bullying merupakan salah satu bentuk kekerasan yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan telah menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada korban secara fisik, tetapi juga menimbulkan gangguan psikologis seperti stres, kecemasan, rasa tidak aman, rendah diri, bahkan depresi, yang pada akhirnya mengganggu proses belajar siswa. SMP Al-Firdaus Batanghari sebagai lembaga pendidikan tingkat menengah menyadari pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, dilakukan program edukasi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan sikap siswa terhadap bullying serta mendorong terbentuknya budaya sekolah yang lebih empatik dan suportif. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah interaktif dengan pendekatan partisipatif, diskusi kelompok kecil, pemutaran video edukatif, serta simulasi studi kasus untuk memberikan pengalaman langsung dalam mengenali dan merespons situasi bullying. Peserta kegiatan terdiri dari siswa kelas VII dan VIII yang dipilih secara representatif untuk memastikan cakupan partisipasi yang merata. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan signifikan dalam pemahaman mereka mengenai jenis-jenis bullying, baik verbal, fisik, sosial, maupun siber, serta memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengenali dampaknya terhadap korban. Selain itu, siswa juga menunjukkan perubahan sikap ke arah yang lebih positif, seperti berani melaporkan tindakan bullying, mampu mengendalikan emosi, serta lebih terbuka terhadap penyelesaian konflik secara damai dan komunikatif. Program ini juga mendapat tanggapan positif dari guru dan pihak sekolah sebagai langkah awal yang strategis dalam mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model edukasi preventif yang dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain dalam rangka menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, ramah anak, dan berkelanjutan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Yuyun Yunita, Abdul Mujib

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
